MAKALAH PERKEMBANGAN ANAK DIDIK

MAKALAH
PERKEMBANGAN ANAK DIDIK
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok 
Mata Kuliah Pedagogika
Dosen: Nurjaman, M.Pd.I



Disusun Oleh:
Kelompok 5
1.    Dewi Susilawati                  150641038
2.    Siti Ashari Nur Fatihah       150641036
3.    Warlinah                             150641034

Kelas/Semester: SD15-A.1/Semester 5

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
2017


KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Puji syukur atas ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya sehingga makalah berjudul “Perkembangan Anak Didik” ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan selalu kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, serta umat yang senantiasa mengikuti dan melaksanakan ajarannya.
Makalah ini membahas tentang perkembangan anak didik. Selama pelaksanaan penyusunan makalah ini, kami tidak lepas dari kesulitan dan hambatan-hambatan yang dihadapi. Namun atas bantuan bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak,akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Maka dari itu, dengan rendahan hati kami ucapkan terimakasih kepada yang terhormat:
1.      Bapak Nurjaman, M.Pd.I. Selaku Dosen Pengampu mata kuliah Pedagogika
2.      Rekan-rekan kelompok yang membantu menyelesaikan makalah ini.
 Oleh karena itu, tegur sapa yang bersifat membangun sangat dinantikan demi perbaikan penyusunan makalah yang akan datang. Akhirnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat umumnya bagi para pembaca.



                                                                                           Cirebon,  November 2017

Tim Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... i

DAFTAR ISI.................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A.  Latar Belakang................................................................................... 1
B.  Rumusan Masalah.............................................................................. 1
C.  Tujuan................................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN............................................................................... 3      
A.  Konsep Dasar Perkembangan Anak Didik......................................... 3
B.  Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Didik....... 6
C.  Perkembangan Anak Didik................................................................ 8

BAB III PENUTUP....................................................................................... 13
A.  Kesimpulan......................................................................................... 13
B.  Saran................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 14




BAB I
 PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Peserta didik adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan orang lain untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang utuh. Dalam perkembangannya, pendapat dan sikap peserta didik dapat berubah karena interaksi dan saling berpengaruh antar sesama peserta didik, maupun dengan proses sosialisasi. Dengan mempelajari perkembangan hubungan sosial diharapkan dapat memahami pengertian dan proses sosialisasi peserta didik.
Pada awal manusia dilahirkan belum bersifat sosial, dalam artian belum memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan sosial anak diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul dengan orang-orang dilingkungannya. Oleh sebab itu, peserta didik harus mendapat pendidikan yang layak agar mampu menjadi pribadi yang berguna khususnya dilingkungan sekitarnya. Setiap waktu pola pikir seseorang pasti mengalami peningkatan, seiring dengan berkembangnya otak seseorang. Terutama pada Anak Usia Dini, mengalami peningkatan yang pesat pada fase tertetu. Proses belajar sangat penting untuk menunjang kecerdasan anak di masa yang akan datang.
Perkembangan adalah salah satu proses yang harus dialami oleh setiap  peserta didik baik dalam naungan lembaga formal maupun non-formal. Tanpa sebuah perkembangan dari peserta didik, maka perkembangan suatu Negara tidak akan pernah berjalan dengan lancar. Untuk itu, sebagai tenaga pendidik harus mengetahui konsep – konsep dan prinsip – prinsip dasar dari perkembangan belajar peserta didik untuk memudahkan proses belajar mengajar.

B.     Rumusan Masalah
1.    Bagaimana konsep dasar perkembangan anak didik?
2.    Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak didik?
3.    Bagaimana perkembangan anak didik?

C.    Tujuan
1.    Untuk mengetahui konsep dasar perkembangan anak didik.
2.    Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak didik.
3.    Untuk menetahui perkembangan anak didik.
























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Konsep Dasar Perkembangan Anak Didik
1.    Pengertian Perkembangan
Istilah perkembangan seringkali digandengkan dengan pertumbuhan, kematangan, dan perubahan. Satu sama lain memiliki hubungan yang sangat erat.  Pada dasarnya merupakan perubahan, yaitu perubahan menuju ke tahap yang lebih tinggi atau lebih sempurna.
Menurut Kasiram (1983 : 23), “Perkembangan mengandung makna adanya pemunculan sifat-sifat yang baru, yang berbeda dari sebelumnya, mengandung arti bahwa perkembangan merupakan perubahan sifat individu menuju kesempurnaan yang merupakan penyempurnaan dari sifat-sifat sebelumnya.”
Menurut Santrok Yussen (1992), Perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi. Dengan demikian perkembangan berlangsung dari proses terbentuknya individu dari proses bertemunya sperma dengan sel telur dan berlangsung sampai akhir hayat yang bersifat timbul adanya perubahan dalam diri individu.
Dari beberapa pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan adalah proses perubahan individu yang bersifat dinamis ke arah kesempurnaan secara terus – menerus sejak lahir hingga akhir hayat.
Dalam menumbuhkembangkan kualitas peserta didik, yang perlu dilakukan oleh tenaga pendidik adalah mengenali peserta didik dengan sebaik-baiknya. Mengenali disini diartikan seperti mengenal psikolog anak, bagaimana pribadi si anak, dan bagaimana cara menghadapi watak atau karakteristik anak yang berbeda-beda. Dengan mengenali karakter si anak, maka pendidik akan lebih mudah dalam menyampaikan materi ajar pada si anak. Sehingga anak akan lebih mudah menerima apa yang disampaikan oleh gurunya.
Konsep dasar perkembangan meliputi:
a.    Pertumbuhan  (growth)
Perubahan yang bersifat kuantitatif baik perubahan secara alamiah maupun hasil belajar.
b.    Kematangan ( maturation )
Perubahan kualitatif fungsi psiko fisik organisme dari tidak siap menjadi siap melakukan fungsinya. perubahannya alamiah dan hasil belajar.
c.    Belajar ( Learning )
Perubahan perilaku sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
d.   Latihan (exercise)
Perubahan perilaku yang bersifat mekanistis dan lebih banyak menyentuh aspek psikomotor organisme sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

2.    Pengertian Anak Didik
Dalam bahasa Indonesia ada tiga sebutan untuk pelajar, yaitu murid, anak didik, dan peserta didik. Bahkan ada salah satu tesis magister mengenalkan istilah baru yaitu “dinidik” tetapi kelihatannya istilah ini amat tidak umum bahkan belum banyak orang mendengarnya.
Peserta didik
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Siswa
Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, pengertian Siswa, Murid atau Peserta didik adalah orang (anak yang sedang berguru, belajar atau bersekolah. Prof. Dr. Shafique Ali Khan memberikan pengertian masing-masing sebagai berikut:
Murid
Murid adalah komponen manusia yang menempati posisi sentral dalam pendidikan atau biasa dikenal disebut dengan peserta didik. Dalam proses belajar-mengajar, murid sebagai pihak yang ingin menyelesaikan kurikulum dan dalam upaya mencapai tujuan atau cita-cita. Dalam undang-udang pendidikan, murid merupakan bagian yang paling penting dari sistem pendidikan, sehingga indikator sukses atau tidaknya dunia pendidikan adalah keberhasilan atau kegagalan murid setelah menempuh proses pendidikan.
Murid atau anak adalah pribadi yang “unik” yang mempunyai potensi dan mengalami proses berkembang. Dalam proses berkembang itu anak atau murid membutuhkan bantuan yang sifat dan coraknya tidak ditentukan oleh guru tetapi oleh anak itu sendiri, dalam suatu kehidupan bersama dengan individu-individu yang lain.
Menurut Sinolungan (1997). Peserta didik dalam arti luas adalah setiap orang yang terkait dengan prosedur pendidikan sepanjang hayat, sedangkan peserta didik dalam arti sempit adalah setiap siswa yang belajar disekolah.
Departemen Pendidikan nasional (2003) menegaskan bahwa peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Peserta didik pada usia SD/MI adalah semua anak yang memiliki rentang usia 7-12/13 tahun.
Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. (UU No. 20 Tahun 2003 SISIDIKNAS, pasal 1 ayat 4).
Kesimpulannya, peserta didik yaitu semua komponen mayarakat yang belajar dan mengembangkan diri melalui prosedur -prosedur, baik prosedur formal maupunnonformal. Sedangkan tenaga pendidik adalah semua orang yang mengamalkan ilmu dan pengalamannya dengan cara memberikan bekal dan pengajaran sebagai pengabdian terhadap masyarakat.
Peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Antara lain seperti, ada peserta didik yang cepat menerima materi, dan ada yang harus diulangi sehingga ia mengerti suatu materi. Ada yang sifatnya cepat menghafal, dan ada yang sulit menghafal.
Oleh karena beragamnya karakteristik setiap peserta didik, yang harus diperhatikan oleh pendidik adalah harus pandai-pandai mengenal karakteristik setiap peserta didik. Misalnya dengan cara memberikan suatu permasalahan, dan bagaimana peserta didik menyelesaikan dengan solusinya sendiri.
Perkembangan peserta didik merupakan bagian dari pengkajian dan penerapan psikologi perkembangan yang secara khusus mempelajarai aspek-aspek perkembangan individu yang berada pada tahap usia sekolah dan sekolah menengah. Sebagai individu yang tengah tumbuh dan berkembang, peserta didik memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal kemampuan fitrahnya.

B.     Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Didik
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak didik pada saat ini, diantaranya adalah:
1.    Faktor internal yaitu faktor yang ada dalam diri siswa itu sendiri yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya sendiri. Dengan demikian faktor internal bisa dibagi menjadi 2 macam faktor fisik dan faktor psikis.
a.    Faktor fisik
Di dunia ini orang mempunyai bentuk tubuh yang bermacam-macam. Ada yang tinggi ceking, ada yang pendek gemuk, dan ada yang sedang antara tinggi dan besar badanya. Sudah jelas, masing-masing mmpunyai pengaruh tersendiri bagi perkembangan seorang anak.
b.    Faktor psikis
Dalam hal kejiwaan, ada anak periang, sehingga banyak pergaulan. Akan tetapi ada pula yang selalu tampak murung, pendiam, mudah tersinggung karenanya suka menyendiri.
2.    Faktor Eksternal yaitu hal – hal yang datang atau ada diluar diri siswa yang meliputi lingkungan (khususnya pendidikan) dan pengalaman berinteraksi siswa tersebut dengan lingkungan. Faktor eksternal dibagi menjadi 6 macam yaitu:
a.    Faktor biologis
Bisa diartikan, biologis dalam konteks ini adalah factor yang berkaitan dengan keperluan primer seorang anak pada awal kehidupanya: Factor ini wujudnya berupa pengaruh yang datang pertama kali dari pihak ibu dan ayah.
b.    Faktor phyis
Maksudnya adalah pengaruh yang datang dari lingkungan geografis, seperti iklim keadaan alam, tingkat kesuburan tanah, jalur komunikasi dengan daerah lain, dsb. Semua ini jelas membawa dampak masing-masing terhadap perkembangan anak-anak yang lahir dan dibesarkan disana.
c.    Faktor ekonomis
Dalam proses perkembanganya. Betapapun ukuranya bervariasi, seorang anak pasti memerlukan biaya. Biaya untuk makan dan minum dirumah, tetapi juga untuk mebeli alat-alat sekolah
d.   Faktor cultural
Di Indonesia ini saja dari aceh sampai Irian jaya, jika dihitung ada berpuluh bahkan beratus kelompok masyarakat yang masing-masing mempunyai kultur, budaya, adat istiadat, dan tradisi tersendiri, dan hal ini jelas berpengaruh terhadap perkemangan anak-anak.
e.    Faktor edukatif
Pendidikan tak dapat disangkal mempunyai pengaruh terhadap perkembangan anak manusia. Malah karena sifatnya berencana dan sering kali diusahakan secara teratur, faktor pendidikan ini relatif paling besar pengaruhnya disbanding factor yang lain manapun juga
f.     Faktor religious
Sebagai contoh seorang anak kyai, sudah pasti ia akan berebeda dengan anak lain yang tidak menjadi kyai, yang sekedar terhitung orang beragama, lebih-lebih yang memang tidak beragama sama sekali, ini adalah soal perkembangan pula, menyangkut proses terbentunya prilaku seorang anak dengan agama sebagai faktor penting yang mempengaruhinya.

C.    Perkembangan Anak Didik
1.    Proses Berlangsungnya Perkembangan
Perkembangan anak usia sekolah disebut juga perkembangan masa pertengahan dan akhir anak yang merupakan kelanjutan dari masa awal anak. Permulaan masa pertengahan dan akhir ini ditandai dengan terjadinya perkembangan fisik, motorik, kognitif, dan psikososial anak.
Perkembangan berlangsung secara terus-menerus sepanjang hidup seseorang, mulai dari masa konsepsi sampai berakhirnya kehidupan orang itu (Thornbrug, 1984) dalam Amin Budiamin, dkk ( 2005: 12). Selanjutnya Thornbrug menyatakan bahwa perkembangan itu berlangung secara bertahap, dimana setiap tahap terbagi lagi atas beberapa periode umur tertentu.
2.    Tahap-tahap Perkembangan
Tahap-tahap perkembangan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.    Masa Bayi 0-2 tahun
a.    Periode dalam kandungan: Mulai dari terjadinya konsepsi sampai lahir.
Masa konsepsi adalah masa mulai bertemunya sel telur dengan sperma. Dimulailah perjalanan kehidupan dari suatu pribadi yang unik, tak ada duanya. Nafas kehidupan langsung ditiupkan oleh Sang Pencipta begitu pembuahan terjadi. Kita memang tak dapat menyaksikan langsung bagaimana si buah hati tumbuh dan berkembang di dalam rahim ibunya. Namun kita sudah mengetahui bahwa pada masa ini manusia sudah mulai mengalami perkembangan. Mulai dari sperma yang berubah menjadi zigot atau kita kenal darah, kemudian menjadi daging, lalu dibungkus dengan tulang seperti yang dijelaskan dalam Al-quran. Semakin mengeras dan berkembang terus sampai umur sembilan bulan bayi didalam kandungan. Itulah masa konsepsi yang sangat luar biasa bahwa ternyata kita adalah para pemenang sejak masa konsepsi ini. Akhirnya keluarlah bayi sebagai individu baru.
b.    Periode baru lahir : Lahir sampai umur 4 atau 6 minggu
Setelah bayi lahir terjadilah perkembangan selanjutnya yakni sampai umur 4 atau 6 minggu. Pada masa ini bayi masih sangat bergantung dengan usapan kasih sayang ibunya. Yang dapat ia lakukan apabila menginginkan sesuatu adalah hanya dengan cara menangis.
c.    Periode bayi: Umur 4 atau 6 minggu sampai 2 tahun
Setelah umur bayi berkisar antara 4 atau 6 minggu mulailah si bayi beradaptasi dengan dunianya yang baru. Biasanya di usia ini bayi menetek pada ibunya sampai umur 2 tahun. Setelah 2 tahun, bayi akan mengalami perkembangan pesat di seluruh fisik dan psikisnya. Mulai dari kemampuan merangkak, berdiri, bahkan berjalan dan berbicara. Bayi mulai mengeksplor dan melakukan imitasi terhadap keadaan-keadaan di lingkungan sekitarnya.
2.    Masa Kanak-kanak 2-11 tahun
a.    Periode Kanak-kanak permulaan, umur 2-5 tahun
Dalam masa ini, status bayi berubah menjadi kanak-kanak. Kami menganggap bahwa masa kanak-kanak adalah masa dimana seseorang sudah mulai memanipulasi apapun yang ada dihadapannya dengan pemikiran-pemikiran yang dia miliki. Misalnya di usia 3 atau 4 tahun anak masih sulit memegang pinsil untuk menulis namun setelah otot-otot jarinya mulai matang dia jadi bisa memegang pinsil dengan tepat. Begitulah perkembangan dan pada masa ini anak sedang asyik-asyiknya berbicara dan ingin tahu atau penasaran dengan apapun yang ada dihadapannya.
b.    Periode Kanak-kanak pertengahan, umur 6-8 tahun
Pada masa ini anak sudah dapat mengoperasikan seluruh anggota tubuhnya dengan baik. Bahkan anak-anak sangat aktif bergerak dan bermain pada masa ini. Akan tetapi tetap harus dibimbing dan diarahkan agar kegiatan mereka di usia ini dapat bermanfaat sesuai dengan perkembangannya.
c.    Periode Kanak-kanak akhir, umur 9-11 tahun
Biasanya pada masa ini anak mulai matang organ vitalnya sehingga bagi anak perempuan usia 9 tahun ada yang sudah mengalami menstruasi. Hal tersebut wajar terjadi karena batas minimal baligh seorang anak perempuan memang sekitar umur 9 tahun atau ketika awal menstruasi. Bahkan di usia ini perasaan anak mulai sensitif bila dikaitkan dengan perasaan terhadap lawan jenisnya. Pra Remaja 9 -13 tahun Masa ini adalah masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Sehingga di masa ini anak mulai semakin matang perkembangan fisik maupun psikisnya.
3.    Masa Remaja 11-19 tahun
a.    Remaja permulaan, 11- 13 tahun
Perkembangan seorang anak yang mulai beranjak remaja sangatlah pesat apalagi dari organ-organ penting yang dia miliki. Hormon-hormon mulai berfungsi dan aktif. Semakin tinggi usia seseorang semakin matang pertumbuhan dan perkembangannya.
b.    Remaja pertengahan, 14-16 tahun.
Remaja di usia ini sangat rentan oleh pengaruh-pengaruh positif maupun negatif yang datang dari luar. Oleh karena itu diperlukan adanya bimbingan yang ketat untuk mengawasi anak agar tidak terpengaruh oleh perbuatan yang tidak baik.
c.    Remaja akhir 17-19 tahun.
Pada masa ini organ-organ reproduksi sudah mulai berfungsi dengan sangat baik.  Dan perkembangan mental mereka mulai stabil. Mereka akan mencari jati diri mereka yang sebenarnya di usia ini. Pemuda 19 tahun- 22 tahun Pada masa ini adalah masa peralihan seseorang dari remaja menuju dewasa
4.    Masa Dewasa, 20- 81 tahun
a.    Dewasa permulaan 20-29 tahun
Masa dewasa permulaan ditandai dengan lengkapnya seluruh organ-organ tubuh dan berkembangnya sistem pemikiran secara menyeluruh. Pada masa ini seseorang sedang berada dalam usia produktif.
b.    Dewasa pertengahan 30-49 tahun
Pada akhir masa dewasa pertengahan bagi seorang wanita biasanya ditandai dengan adanya menopause yaitu masa dimana seorang wanita berhenti menstruasi.
c.    Dewasa 50-65 tahun
Biasanya pada masa ini seseorang sudah mulai mengalami masa penyusutan, maksudnya perkembangan tetapi bukan berarti pertumbuhan. Akan tetapi perkembangan ke masa yang disebut penurunan fungsi.
d.   Dewasa akhir 66-80 tahun
Jika disebut kembali ke masa kanak-kanak, masa ini memang tepat disebut demikian. Karena biasanya orang mulai pikun pada masa ini apalagi jika dibarengi dengan keadaan yang tidak mendukung/ sakit.
e.    Tua 81 tahun ke atas
Sangat jarang orang zaman sekarang yang hidup sampai usia ini. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada. Mereka seperti kembali ke masa bayi. Semua membutuhkan bantuan orang lain, kecuali yang memang fisiknya benar-benar kuat.






























BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Perkembangan adalah proses perubahan individu yang bersifat dinamis ke arah kesempurnaan secara terus – menerus sejak lahir hingga akhir hayat.
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak didik pada saat ini, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Perkembangan anak usia sekolah disebut juga perkembangan masa pertengahan dan akhir anak yang merupakan kelanjutan dari masa awal anak. Permulaan masa pertengahan dan akhir ini ditandai dengan terjadinya perkembangan fisik, motorik, kognitif, dan psikososial anak.
Tahap-tahap perkembangan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.    Masa Bayi 0-2 tahun
2.    Masa Kanak-kanak 2-11 tahun
3.    Masa Remaja 11-19 tahun
4.    Masa Dewasa, 20- 81 tahun

B.     Saran
Demikianlah makalah yang telah kelompok kami susun. Kami berharap makalah ini berguna sebagaimana mestinya dan dapat diterima dengan baik.Tapi, sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan, kami juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga kami sebagai pemakalah dapat memperbaiki kekurangan dan mempertahankan kelebihan yang ada pada makalah kami. Terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA

Dhichie.2015.Makalah Perkembangan Peserta Didik.(online), (http://dhichie.blogspot.co.id/2015/08/makalah-perkembangan-peserta-didik.html). Diakses pada hari Jumat, 10 November 2017
Made Reki.2016.Makalah Perkembangan Peserta Didik.(online), (http://imaderekiartawan97.blogspot.co.id/2016/10/makalah-perkembangan-peserta-didik-made.html). Diakses pada hari Jumat, 10 November 2017


Summerli Andhila Fenthaneeta.2011.Makalah Perkembangan Peserta Didik.(online),(http://summerliandhilafenthaneeta.blogspot.co.id/2011/11/makalah-perkembangan-peserta-didik.html). Diakses pada hari Jumat, 10 November 2017


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH KONSEP, KARAKTERISTIK, DAN JENIS ALAT PENDIDIKAN

MAKALAH PEDAGOGIK SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN

MAKALAH KASIH SAYANG, KEWIBAWAAN, DAN TANGGUNGJAWAB PENDIDIKAN