MAKALAH PERKEMBANGAN ANAK DIDIK
MAKALAH
PERKEMBANGAN ANAK DIDIK
Diajukan untuk
memenuhi salah satu tugas kelompok
Mata Kuliah Pedagogika
Dosen: Nurjaman, M.Pd.I

Disusun Oleh:
Kelompok
5
1.
Dewi Susilawati 150641038
2.
Siti
Ashari Nur Fatihah 150641036
3. Warlinah 150641034
Kelas/Semester:
SD15-A.1/Semester 5
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH CIREBON
2017
KATA PENGANTAR
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Puji syukur atas
ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya
sehingga makalah berjudul “Perkembangan Anak Didik” ini dapat diselesaikan
dengan baik. Shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan selalu kepada
junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, serta umat
yang senantiasa mengikuti dan melaksanakan ajarannya.
Makalah ini
membahas tentang perkembangan anak didik. Selama pelaksanaan
penyusunan makalah ini, kami tidak lepas
dari kesulitan dan hambatan-hambatan yang dihadapi. Namun atas bantuan
bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak,akhirnya
kami dapat menyelesaikan makalah ini. Maka dari itu, dengan rendahan hati kami
ucapkan terimakasih kepada yang terhormat:
1.
Bapak Nurjaman, M.Pd.I. Selaku Dosen Pengampu
mata kuliah Pedagogika
2.
Rekan-rekan kelompok yang membantu menyelesaikan
makalah ini.
Oleh karena itu, tegur sapa yang bersifat
membangun sangat dinantikan demi perbaikan penyusunan makalah yang akan datang.
Akhirnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat umumnya bagi para pembaca.
Cirebon,
November 2017
Tim Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A. Latar
Belakang................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah.............................................................................. 1
C. Tujuan................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................... 3
A. Konsep
Dasar Perkembangan Anak Didik......................................... 3
B. Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Didik....... 6
C. Perkembangan
Anak Didik................................................................ 8
BAB III PENUTUP....................................................................................... 13
A. Kesimpulan......................................................................................... 13
B. Saran................................................................................................... 13
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Peserta didik adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk
sosial, ia membutuhkan orang lain untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi
manusia yang utuh. Dalam perkembangannya, pendapat dan sikap peserta didik
dapat berubah karena interaksi dan saling berpengaruh antar sesama peserta
didik, maupun dengan proses sosialisasi. Dengan mempelajari perkembangan
hubungan sosial diharapkan dapat memahami pengertian dan proses sosialisasi
peserta didik.
Pada awal manusia dilahirkan belum bersifat sosial,
dalam artian belum memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Kemampuan sosial anak diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul
dengan orang-orang dilingkungannya. Oleh sebab itu, peserta didik harus
mendapat pendidikan yang layak agar mampu menjadi pribadi yang berguna khususnya
dilingkungan sekitarnya. Setiap waktu pola pikir seseorang pasti mengalami
peningkatan, seiring dengan berkembangnya otak seseorang. Terutama pada Anak
Usia Dini, mengalami peningkatan yang pesat pada fase tertetu. Proses belajar
sangat penting untuk menunjang kecerdasan anak di masa yang akan datang.
Perkembangan adalah salah satu proses yang harus
dialami oleh setiap peserta didik baik dalam naungan lembaga formal
maupun non-formal. Tanpa sebuah perkembangan dari peserta didik, maka
perkembangan suatu Negara tidak akan pernah berjalan dengan lancar. Untuk
itu, sebagai tenaga pendidik harus mengetahui konsep – konsep dan prinsip –
prinsip dasar dari perkembangan belajar peserta didik untuk memudahkan proses
belajar mengajar.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana konsep dasar perkembangan anak didik?
2.
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan anak didik?
3.
Bagaimana perkembangan anak didik?
1. Untuk
mengetahui konsep dasar perkembangan anak didik.
2. Untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak didik.
3. Untuk
menetahui perkembangan anak didik.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsep
Dasar Perkembangan Anak Didik
1.
Pengertian
Perkembangan
Istilah perkembangan seringkali
digandengkan dengan pertumbuhan, kematangan, dan perubahan. Satu sama lain
memiliki hubungan yang sangat erat. Pada
dasarnya merupakan perubahan, yaitu perubahan menuju ke tahap yang lebih tinggi
atau lebih sempurna.
Menurut Kasiram (1983 : 23), “Perkembangan
mengandung makna adanya pemunculan sifat-sifat yang baru, yang berbeda dari
sebelumnya, mengandung arti bahwa perkembangan merupakan perubahan sifat
individu menuju kesempurnaan yang merupakan penyempurnaan dari sifat-sifat
sebelumnya.”
Menurut Santrok Yussen (1992), Perkembangan merupakan
pola perkembangan individu yang berawal pada konsepsi dan terus berlanjut
sepanjang hayat dan bersifat involusi. Dengan demikian perkembangan berlangsung
dari proses terbentuknya individu dari proses bertemunya sperma dengan sel
telur dan berlangsung sampai akhir hayat yang bersifat timbul adanya
perubahan dalam diri individu.
Dari beberapa pendapat ahli diatas, dapat
disimpulkan bahwa perkembangan adalah proses perubahan individu yang bersifat
dinamis ke arah kesempurnaan secara
terus – menerus sejak lahir hingga akhir hayat.
Dalam menumbuhkembangkan kualitas peserta didik, yang
perlu dilakukan oleh tenaga pendidik adalah mengenali peserta didik dengan
sebaik-baiknya. Mengenali disini diartikan seperti mengenal psikolog anak,
bagaimana pribadi si anak, dan bagaimana cara menghadapi watak atau
karakteristik anak yang berbeda-beda. Dengan mengenali karakter si anak, maka
pendidik akan lebih mudah dalam menyampaikan materi ajar pada si anak. Sehingga
anak akan lebih mudah menerima apa yang disampaikan oleh gurunya.
Konsep dasar perkembangan meliputi:
a. Pertumbuhan
(growth)
Perubahan yang bersifat kuantitatif baik perubahan secara alamiah maupun
hasil belajar.
b. Kematangan
( maturation )
Perubahan kualitatif fungsi psiko fisik organisme dari tidak siap menjadi
siap melakukan fungsinya. perubahannya alamiah dan hasil belajar.
c. Belajar
( Learning )
Perubahan perilaku sebagai akibat pengalaman, disengaja,
bertujuan/terarah baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
d. Latihan
(exercise)
Perubahan perilaku yang bersifat mekanistis dan lebih banyak menyentuh
aspek psikomotor organisme sebagai akibat pengalaman, disengaja,
bertujuan/terarah baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
2.
Pengertian
Anak Didik
Dalam bahasa Indonesia ada tiga sebutan untuk pelajar,
yaitu murid, anak didik, dan peserta didik. Bahkan ada salah satu tesis
magister mengenalkan istilah baru yaitu “dinidik” tetapi kelihatannya istilah
ini amat tidak umum bahkan belum banyak orang mendengarnya.
Peserta didik
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan
potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan
informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang
pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Siswa
Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, pengertian
Siswa, Murid atau Peserta didik adalah orang (anak yang sedang berguru, belajar
atau bersekolah. Prof. Dr. Shafique Ali Khan memberikan pengertian
masing-masing sebagai berikut:
Murid
Murid adalah komponen manusia yang menempati posisi
sentral dalam pendidikan atau biasa dikenal disebut dengan peserta didik. Dalam
proses belajar-mengajar, murid sebagai pihak yang ingin menyelesaikan kurikulum
dan dalam upaya mencapai tujuan atau cita-cita. Dalam undang-udang pendidikan,
murid merupakan bagian yang paling penting dari sistem pendidikan, sehingga
indikator sukses atau tidaknya dunia pendidikan adalah keberhasilan atau
kegagalan murid setelah menempuh proses pendidikan.
Murid atau anak adalah pribadi yang “unik” yang
mempunyai potensi dan mengalami proses berkembang. Dalam proses berkembang itu
anak atau murid membutuhkan bantuan yang sifat dan coraknya tidak ditentukan
oleh guru tetapi oleh anak itu sendiri, dalam suatu kehidupan bersama dengan
individu-individu yang lain.
Menurut Sinolungan (1997). Peserta didik dalam arti
luas adalah setiap orang yang terkait dengan prosedur pendidikan sepanjang
hayat, sedangkan peserta didik dalam arti sempit adalah setiap siswa yang
belajar disekolah.
Departemen Pendidikan nasional (2003) menegaskan bahwa
peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya
melalui jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Peserta didik pada usia
SD/MI adalah semua anak yang memiliki rentang usia 7-12/13 tahun.
Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang
berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang
dan jenis pendidikan tertentu. (UU No. 20 Tahun 2003 SISIDIKNAS, pasal 1 ayat
4).
Kesimpulannya, peserta didik yaitu semua
komponen mayarakat yang belajar dan mengembangkan diri melalui prosedur -prosedur, baik
prosedur formal maupunnonformal. Sedangkan tenaga pendidik adalah semua
orang yang mengamalkan ilmu dan pengalamannya dengan cara memberikan bekal dan
pengajaran sebagai pengabdian terhadap masyarakat.
Peserta didik memiliki karakteristik yang
berbeda-beda. Antara lain seperti, ada peserta didik yang cepat menerima
materi, dan ada yang harus diulangi sehingga ia mengerti suatu materi. Ada yang
sifatnya cepat menghafal, dan ada yang sulit menghafal.
Oleh karena beragamnya karakteristik setiap peserta
didik, yang harus diperhatikan oleh pendidik adalah harus pandai-pandai
mengenal karakteristik setiap peserta didik. Misalnya dengan cara memberikan
suatu permasalahan, dan bagaimana peserta didik menyelesaikan dengan solusinya
sendiri.
Perkembangan peserta didik merupakan bagian dari
pengkajian dan penerapan psikologi perkembangan yang secara khusus mempelajarai
aspek-aspek perkembangan individu yang berada pada tahap usia sekolah dan
sekolah menengah. Sebagai individu yang tengah tumbuh dan berkembang,
peserta didik memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah
titik optimal kemampuan fitrahnya.
B.
Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Didik
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak
didik pada saat ini, diantaranya adalah:
1.
Faktor internal yaitu faktor yang ada dalam diri
siswa itu sendiri yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu yang
turut mengembangkan dirinya sendiri. Dengan demikian faktor internal bisa
dibagi menjadi 2 macam faktor fisik dan faktor psikis.
a.
Faktor fisik
Di dunia ini orang mempunyai bentuk tubuh yang bermacam-macam. Ada yang
tinggi ceking, ada yang pendek gemuk, dan ada yang sedang antara tinggi dan besar
badanya. Sudah jelas, masing-masing mmpunyai pengaruh tersendiri bagi
perkembangan seorang anak.
b.
Faktor psikis
Dalam hal kejiwaan, ada anak periang, sehingga banyak pergaulan. Akan
tetapi ada pula yang selalu tampak murung, pendiam, mudah tersinggung karenanya
suka menyendiri.
2.
Faktor Eksternal yaitu hal – hal yang datang
atau ada diluar diri siswa yang meliputi lingkungan (khususnya pendidikan) dan
pengalaman berinteraksi siswa tersebut dengan lingkungan. Faktor eksternal dibagi
menjadi 6 macam yaitu:
a.
Faktor biologis
Bisa diartikan, biologis dalam konteks ini adalah factor yang berkaitan
dengan keperluan primer seorang anak pada awal kehidupanya: Factor ini wujudnya
berupa pengaruh yang datang pertama kali dari pihak ibu dan ayah.
b.
Faktor phyis
Maksudnya adalah pengaruh yang datang dari lingkungan geografis, seperti
iklim keadaan alam, tingkat kesuburan tanah, jalur komunikasi dengan daerah
lain, dsb. Semua ini jelas membawa dampak masing-masing terhadap perkembangan
anak-anak yang lahir dan dibesarkan disana.
c.
Faktor ekonomis
Dalam proses perkembanganya. Betapapun ukuranya bervariasi, seorang anak
pasti memerlukan biaya. Biaya untuk makan dan minum dirumah, tetapi juga untuk
mebeli alat-alat sekolah
d.
Faktor cultural
Di Indonesia ini saja dari aceh sampai Irian jaya, jika dihitung ada
berpuluh bahkan beratus kelompok masyarakat yang masing-masing mempunyai
kultur, budaya, adat istiadat, dan tradisi tersendiri, dan hal ini jelas berpengaruh
terhadap perkemangan anak-anak.
e.
Faktor edukatif
Pendidikan tak dapat disangkal mempunyai pengaruh terhadap perkembangan
anak manusia. Malah karena sifatnya berencana dan sering kali diusahakan secara
teratur, faktor pendidikan ini relatif paling besar pengaruhnya disbanding
factor yang lain manapun juga
f.
Faktor religious
Sebagai contoh seorang anak kyai, sudah pasti ia akan berebeda dengan
anak lain yang tidak menjadi kyai, yang sekedar terhitung orang beragama,
lebih-lebih yang memang tidak beragama sama sekali, ini adalah soal
perkembangan pula, menyangkut proses terbentunya prilaku seorang anak dengan
agama sebagai faktor penting yang mempengaruhinya.
C.
Perkembangan
Anak Didik
1.
Proses
Berlangsungnya Perkembangan
Perkembangan anak usia sekolah
disebut juga perkembangan masa pertengahan dan akhir anak yang merupakan
kelanjutan dari masa awal anak. Permulaan masa pertengahan dan akhir ini
ditandai dengan terjadinya perkembangan fisik, motorik, kognitif, dan
psikososial anak.
Perkembangan berlangsung secara
terus-menerus sepanjang hidup seseorang, mulai dari masa konsepsi sampai
berakhirnya kehidupan orang itu (Thornbrug, 1984) dalam Amin Budiamin, dkk (
2005: 12). Selanjutnya Thornbrug menyatakan bahwa perkembangan itu berlangung
secara bertahap, dimana setiap tahap terbagi lagi atas beberapa periode umur
tertentu.
2.
Tahap-tahap
Perkembangan
Tahap-tahap perkembangan yang
dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Masa
Bayi 0-2 tahun
a. Periode
dalam kandungan: Mulai dari terjadinya konsepsi sampai lahir.
Masa konsepsi adalah masa mulai bertemunya sel telur dengan
sperma. Dimulailah perjalanan kehidupan dari suatu pribadi yang unik, tak ada
duanya. Nafas kehidupan langsung ditiupkan oleh Sang Pencipta begitu pembuahan
terjadi. Kita memang tak dapat menyaksikan langsung bagaimana si buah hati
tumbuh dan berkembang di dalam rahim ibunya. Namun kita sudah mengetahui bahwa
pada masa ini manusia sudah mulai mengalami perkembangan. Mulai dari sperma
yang berubah menjadi zigot atau kita kenal darah, kemudian menjadi daging, lalu
dibungkus dengan tulang seperti yang dijelaskan dalam Al-quran. Semakin
mengeras dan berkembang terus sampai umur sembilan bulan bayi didalam
kandungan. Itulah masa konsepsi yang sangat luar biasa bahwa ternyata kita
adalah para pemenang sejak masa konsepsi ini. Akhirnya keluarlah bayi sebagai
individu baru.
b. Periode
baru lahir : Lahir sampai umur 4 atau 6 minggu
Setelah bayi lahir terjadilah perkembangan selanjutnya yakni
sampai umur 4 atau 6 minggu. Pada masa ini bayi masih sangat bergantung dengan
usapan kasih sayang ibunya. Yang dapat ia lakukan apabila menginginkan sesuatu
adalah hanya dengan cara menangis.
c. Periode
bayi: Umur 4 atau 6 minggu sampai 2 tahun
Setelah umur bayi berkisar antara 4 atau 6 minggu mulailah
si bayi beradaptasi dengan dunianya yang baru. Biasanya di usia ini bayi
menetek pada ibunya sampai umur 2 tahun. Setelah 2 tahun, bayi akan mengalami
perkembangan pesat di seluruh fisik dan psikisnya. Mulai dari kemampuan
merangkak, berdiri, bahkan berjalan dan berbicara. Bayi mulai mengeksplor dan
melakukan imitasi terhadap keadaan-keadaan di lingkungan sekitarnya.
2. Masa
Kanak-kanak 2-11 tahun
a. Periode
Kanak-kanak permulaan, umur 2-5 tahun
Dalam masa ini, status bayi berubah menjadi kanak-kanak.
Kami menganggap bahwa masa kanak-kanak adalah masa dimana seseorang sudah mulai
memanipulasi apapun yang ada dihadapannya dengan pemikiran-pemikiran yang dia
miliki. Misalnya di usia 3 atau 4 tahun anak masih sulit memegang pinsil untuk
menulis namun setelah otot-otot jarinya mulai matang dia jadi bisa memegang
pinsil dengan tepat. Begitulah perkembangan dan pada masa ini anak sedang
asyik-asyiknya berbicara dan ingin tahu atau penasaran dengan apapun yang ada
dihadapannya.
b. Periode
Kanak-kanak pertengahan, umur 6-8 tahun
Pada masa ini anak sudah dapat mengoperasikan seluruh
anggota tubuhnya dengan baik. Bahkan anak-anak sangat aktif bergerak dan
bermain pada masa ini. Akan tetapi tetap harus dibimbing dan diarahkan agar
kegiatan mereka di usia ini dapat bermanfaat sesuai dengan perkembangannya.
c. Periode
Kanak-kanak akhir, umur 9-11 tahun
Biasanya pada masa ini anak mulai matang organ vitalnya
sehingga bagi anak perempuan usia 9 tahun ada yang sudah mengalami menstruasi.
Hal tersebut wajar terjadi karena batas minimal baligh seorang anak perempuan
memang sekitar umur 9 tahun atau ketika awal menstruasi. Bahkan di usia ini
perasaan anak mulai sensitif bila dikaitkan dengan perasaan terhadap lawan
jenisnya. Pra Remaja 9 -13 tahun Masa ini adalah masa transisi atau peralihan
dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Sehingga di masa ini anak mulai semakin
matang perkembangan fisik maupun psikisnya.
3. Masa
Remaja 11-19 tahun
a. Remaja
permulaan, 11- 13 tahun
Perkembangan seorang anak yang mulai beranjak remaja
sangatlah pesat apalagi dari organ-organ penting yang dia miliki. Hormon-hormon
mulai berfungsi dan aktif. Semakin tinggi usia seseorang semakin matang
pertumbuhan dan perkembangannya.
b. Remaja
pertengahan, 14-16 tahun.
Remaja di usia ini sangat rentan oleh pengaruh-pengaruh
positif maupun negatif yang datang dari luar. Oleh karena itu diperlukan adanya
bimbingan yang ketat untuk mengawasi anak agar tidak terpengaruh oleh perbuatan
yang tidak baik.
c. Remaja
akhir 17-19 tahun.
Pada masa ini organ-organ reproduksi sudah mulai berfungsi
dengan sangat baik. Dan perkembangan
mental mereka mulai stabil. Mereka akan mencari jati diri mereka yang
sebenarnya di usia ini. Pemuda 19 tahun- 22 tahun Pada masa ini adalah masa
peralihan seseorang dari remaja menuju dewasa
4. Masa
Dewasa, 20- 81 tahun
a. Dewasa
permulaan 20-29 tahun
Masa dewasa permulaan ditandai dengan lengkapnya seluruh
organ-organ tubuh dan berkembangnya sistem pemikiran secara menyeluruh. Pada
masa ini seseorang sedang berada dalam usia produktif.
b. Dewasa
pertengahan 30-49 tahun
Pada akhir masa dewasa pertengahan bagi seorang wanita
biasanya ditandai dengan adanya menopause yaitu masa dimana seorang wanita
berhenti menstruasi.
c. Dewasa
50-65 tahun
Biasanya pada masa ini seseorang sudah mulai mengalami masa
penyusutan, maksudnya perkembangan tetapi bukan berarti pertumbuhan. Akan
tetapi perkembangan ke masa yang disebut penurunan fungsi.
d. Dewasa
akhir 66-80 tahun
Jika disebut kembali ke masa kanak-kanak, masa ini memang
tepat disebut demikian. Karena biasanya orang mulai pikun pada masa ini apalagi
jika dibarengi dengan keadaan yang tidak mendukung/ sakit.
e. Tua
81 tahun ke atas
Sangat jarang orang zaman sekarang yang hidup sampai usia
ini. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada. Mereka seperti kembali ke
masa bayi. Semua membutuhkan bantuan orang lain, kecuali yang memang fisiknya
benar-benar kuat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perkembangan adalah proses perubahan individu yang
bersifat dinamis ke arah kesempurnaan secara
terus – menerus sejak lahir hingga akhir hayat.
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha
mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan
baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada
jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak
didik pada saat ini, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Perkembangan anak usia sekolah
disebut juga perkembangan masa pertengahan dan akhir anak yang merupakan
kelanjutan dari masa awal anak. Permulaan masa pertengahan dan akhir ini
ditandai dengan terjadinya perkembangan fisik, motorik, kognitif, dan
psikososial anak.
Tahap-tahap perkembangan yang
dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Masa
Bayi 0-2 tahun
2. Masa
Kanak-kanak 2-11 tahun
3. Masa
Remaja 11-19 tahun
4. Masa
Dewasa, 20- 81 tahun
B.
Saran
Demikianlah
makalah yang telah kelompok kami susun. Kami berharap makalah ini berguna
sebagaimana mestinya dan dapat diterima dengan baik.Tapi, sebagai manusia biasa
yang tidak luput dari kekurangan, kami juga mengharapkan kritik dan saran yang
membangun sehingga kami sebagai pemakalah dapat memperbaiki kekurangan dan mempertahankan
kelebihan yang ada pada makalah kami. Terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Dhichie.2015.Makalah Perkembangan Peserta Didik.(online),
(http://dhichie.blogspot.co.id/2015/08/makalah-perkembangan-peserta-didik.html).
Diakses pada hari Jumat, 10 November 2017
Made
Reki.2016.Makalah Perkembangan Peserta
Didik.(online), (http://imaderekiartawan97.blogspot.co.id/2016/10/makalah-perkembangan-peserta-didik-made.html).
Diakses pada hari Jumat, 10 November 2017
Summerli
Andhila Fenthaneeta.2011.Makalah
Perkembangan Peserta Didik.(online),(http://summerliandhilafenthaneeta.blogspot.co.id/2011/11/makalah-perkembangan-peserta-didik.html).
Diakses pada hari Jumat, 10 November 2017
Komentar
Posting Komentar